toniwijaya weblog

nothing is easy but nothing is impossible

Ajari Aku Memeluk Landak

Posted by toniw on June 3, 2008

Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah
dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum
ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi.
Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya
berulang kali untuk makan duluan, tidak dia gubris.

Pukul 18.30. Tinnn… Tiiiinnnnn..

.!! Cassie kecil melompat girang!

Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai
itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu
mengempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang
letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si
kecil Cassie juga, yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang
kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan
Papa pulang.

“Mama, mama…. Mama, mama….” Cassie menggerak-gerakkan tangan.

“Mama….” Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya,

“Mama sakit ya? Mana yang sakit? Mam, mana yang sakit?” Mama tidak
menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin
gencar bertanya,

“Mama, mama… mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?”

Tiba-tiba…

“Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!” Mama membentak
dengan suara tinggi.

Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar.
Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama… Cassie salah apa?
Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari
jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus
bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat
Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama, ya?
Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam
semuanya.

Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah
tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.

Tin.. Tiiinnn… ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari
meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci
pintu. Menghilang dari pandangan.

“Cassie mana?”

“Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.”

Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir
dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan
susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu
bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang
memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.

Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam.
Dari jauh. Dari tempat di mana ia tidak akan terluka. “Mama, Papa,
katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?”

Sumber: http:// www.beraniegagal.com

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>